news aggregator
belajar di alam
Dalam sebuah tayangan berita televisi, Presiden SBY menyatakan di depan para guru tentang dua hal. Pertama tentang tayangan mistis di televisi. Kedua tentang agar guru juga mengajarkan tentang alam kepada siswa. Walau juga terungkap bahwa sulit untuk mewujudkan anggaran bagi pendidikan sebesar 20% sesuai dengan Undang-Undang Dasar. Sebuah kebenaran dari pernyataan akan diuji dalam waktu.
Belajar pada alam harusnya tak perlu digerakkan oleh seorang presiden. Media belajar yang minim harusnya bisa menjadikan lahirnya sebuah inovasi dan kreativitas dalam menggunakan alam sebagai sebuah media pembelajaran. Hanya saja, ketika kreativitas tak pernah digali, bisa jadi kemudian tak akan pernah lahir sebuah kreativitas.
tak penting belajar di alam !
kuasa senjata
satu peluru untuk satu anak negeri
demi sejengkal tanah bagi pemilik modal
pertahanan negeri dikuasai keping emas
:abaikan kesejahteraan
satu peluru dilepaskan
dari senjata yang dibeli dari uang rakyat
demi menjaga kepentingan pemilik keping emas
:menghentikan kehidupan anak negeri
[070602]
:: untuk rakyat yang terus dibunuh
5jurus
Pancasila. Tak lagi sering terungkap dalam diskusi kritis. Cenderung dilupakan, diabaikan, tak dibaca. Masihkah ada kesaktiannya?
tak penting 5 jurus !
kebakaran hutan
“FDR (Fire Danger Rating) hingga saat ini antara rendah dan normal. Belum ada gejala bahwa tahun ini akan terdapat el-nino, malah beberapa daerah sedang la-nina. Tapi tergantung untuk apa data itu, kalau memang akan mendorong secara politis, bisa saja dikatakan tahun ini akan terjadi peningkatan kebakaran hutan” ungkap seorang pejabat pengelolaan kebakaran hutan menanggapi pernyataan seorang pegawai instansi pusat kehutanan.
data dan fakta. tergantung siapa yang mengolah dan untuk apa digunakan. bagi sebagian orang yang sedang mengejar proyek, maka data bisa dimanipulasi dalam penjelasannya. kepentingan politik bermain di balik data. untuk mengejar keping emas. inilah sebuah ujian bagi kalangan peneliti, yang saat ini sebagian besar telah terbeli dengan dollar dan euro.
tak penting kebakaran hutan !
jeda tebang
hutan kian menghilang
tanah makin mengeras
air tak lagi menetes
lumpur menyembur
:jeda tebang
[070601]
:: saatnya jeda penebangan hutan
100% Bebas Asap Rokok
berawal dari sini terus menuju tempat ini. akhirnya meletakkan banner dibawah ini.
dan ada kalimatnya:
Kepada: pengelola tempat-tempat umum
Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.
Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.
Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.
sajisapo
program Satu Jiwa Satu Pohon (saji sapo) yang telah di tanam di rumah 1.341 pohon. Untuk di kelurahan, jumlah pohon total keseluruhan 4.948 pohon. [detiksurabaya]
satu jiwa. satu pohon. berharap kota hijau. sementara pembalakan hutan tak berhenti. satu jiwa sepuluh pohon tertebang. sudah imbangkah? untuk kepentingan siapa pohon yang tertebang? adakah bagi anda?
tak penting sajisapo !
Pemanasan Global, Bencana Ekologi dan Krisis Pangan
Suhu kota Samarinda setiap tahun kian meningkat. Mungkin tak terlalu banyak yang merasakan sebuah perubahan peningkatan suhu yang ada di lingkungannya, hanya karena peningkatan suhu berlangsung secara perlahan. Di lain sisi, kejadian banjir di berbagai wilayah Kalimantan Timur semakin meningkat intensitasnya. Para peneliti sebagian menyatakan bahwa peningkatan suhu merupakan sebuah akibat dari semakin perubahan ekosistem dunia dan juga perubahan pada lapisan atmosfer yang melingkupi bumi.
Pemanasan global, yang dapat dimaknai sebagai kejadian meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Dalam sejarahnya, planet Bumi telah menghangat (dan juga mendingin) berkali-kali selama 4,65 milyar tahun sejarahnya. Hingga kini Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuwan dianggap disebabkan aktifitas manusia.
Terdapat berbagai penyebab yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global tersebut. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi.
Meningkatnya Bencana Ekologi
Bencana ekologi kian semakin sering terjadi di berbagai belahan di dunia. Kejadian banjir, kekeringan dan longsor telah menjadi berita harian. Dalam setiap tahunnya, berbagai daerah di Kaltim mengalami tiga kali kejadian banjir. Bahkan di tahun ini, kejadian banjir telah menjadi sebuah kejadian yang sangat luar biasa dibandingkan tahun sebelumnya, karena telah terjadi dalam waktu yang lebih lama dan wilayah kejadian yang lebih luas.
Sementara di sebagian wilayah lain di Indonesia tengah mengalami kekeringan berkepanjangan. Tanah-tanah merekah dan tak cukup baik untuk diusahakan sebagai lahan pertanian. Krisis air bersih juga melanda wilayah-wilayah tersebut.
Sebuah fenomena yang sebenarnya telah diprediksi sebelumnya. Akibat pemanasan global, beberapa daerah dengan iklim yang hangat akan menerima curah hujan yang lebih tinggi, tetapi tanah juga akan lebih cepat kering. Kekeringan tanah ini akan merusak tanaman bahkan menghancurkan suplai makanan di beberapa tempat di dunia. Hewan dan tanaman akan bermigrasi ke arah kutub yang lebih dingin dan spesies yang tidak mampu berpindah akan musnah.
Krisis Pangan Yang Tak Diatasi
Di perkotaan, sebagian masyarakat mulai merasakan keresahannya dengan semakin meningkatnya harga produk-produk pangan. Harga minyak goreng yang melambung hingga harga beras yang mencekik setiap keluarga di negeri ini. Operasi pasar selalu dilakukan sebagai jawaban singkat atas krisis yang dialami rakyat negeri ini.
Iklim dan cuaca yang sudah tidak mampu lagi diprediksi keberadaannya menjadikan sebagian besar lahan pertanian produktif tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat negeri ini. Banjir dan kekeringan telah menghadirkan kegagalan panen. Petani semakin terpuruk diantara relung keterpurukan negeri saat ini.
Semakin meluasnya perijinan yang diberikan kepada industri ekstraktif dan industri besar dan luas oleh pemerintah juga sangat berkontribusi terhadap terjadinya krisis pangan. Lahan-lahan produktif rakyat secara paksa dialihkelolakan kepada pemodal-pemodal besar dengan dalih untuk menopang ekonomi makro negeri. Perluasan lapangan kerja dan kepastian investasi menjadi sebuah slogan yang diangkat untuk melakukan penggusuran lahan produktif rakyat.
Agresifnya pemerintah dalam berpihak pada investasi juga telah secara nyata menghadirkan kejadian bencana ekologi di berbagai wilayah di negeri ini. Banjir dan kekeringan juga tidak hanya semata disebabkan akibat pemanasan global, namun lebih disebabkan pada hancurnya tatanan ekosistem sebuah kawasan akibat pembukaan hutan, rawa, kerangas dan pegunungan kapur bagi kepentingan industri.
Memilih Berdiam Atau Melakukan Sesuatu
Ada dua pilihan bagi rakyat negeri ini. Berdiam diri menyaksikan penghancuran ekosistem berkelanjutan ataukah mengambil langkah-langkah nyata dalam mengatasi krisis kehidupan di masa mendatang. Kejadian bencana ekologi dan krisis pangan harusnya menjadi sebuah pembelajaran yang baik bagi penciptaan sistem berkehidupan yang lebih baik.
Rakyat sebagai pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap alam dan ekosistemnya, serta memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah gerak negeri ini, sudah selayaknya mengambil alih kedaulatan yang selama ini diambil paksa oleh segelintir pihak yang menamakan dirinya pemerintah.
Posisi pemerintah yang harusnya menjadi pelayan publik harus benar-benar diwujudkan. Tidak semata melakukan pendekatan kepada rakyat pada masa-masa kampanye pemilihan anggota legislatif atau kepala daerah, namun lebih jauh dari itu, pemerintah dan pihak lainnya harus berada dalam membela kepentingan rakyat.
Bersatu dan berdaulat atas sumber-sumber kehidupan harus menjadi kerangka pikir rakyat dalam menjalani kehidupan. Melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dan proses-proses penghancuran ekologi yang tengah berlangsung di sekitarnya menjadi sebuah keharusan. Tidak memilih berdiam diri dan menjadi anak manis yang menikmati segala krisis yang sedang berlangsung.
Krisis pangan, krisis air bersih, hingga berbagai krisis lainnya, bila tidak dilakukan upaya sistematis secepatnya, akan berbuah pada sebuah pertarungan kehidupan, baik secara horisontal maupun secara vertikal. Kembali lagi, rakyat yang akan menjadi korban. Sementara kelompok-kelompok kepentingan lain akan dengan mudah untuk melarikan diri dari pertarungan yang berlangsung dan mencari tempat lain untuk berkehidupan.
Pemanasan global, bencana ekologi dan krisis pangan bukanlah sebuah permasalahan yang dapat diserahkan kepada waktu untuk menyelesaikannya. Rakyat dapat menentukan pilihan, berdiam diri atau melakukan sesuatu!
kampanye hitam
… kami sampaikan pernyataan sikap PERSAKI berkaitan dengan â€Kampanye Hitam†Indonesia sebagai perusak hutan terbesar di dunia yang dilakukan oleh Green Peace. Semoga dengan pernyataan sikap ini semua pihak dapat melihat hutan dan kehutanan Indonesia secara objektif. [dari sebuah milis]
Green Peace dituding melakukan kampanye hitam. Mungkin sebuah lembaga baru di negeri ini telah lahir lagi “Green Peace”. Persaki, sebuah persatuan sarjana kehutanan Indonesia, memandang bahwa dimasukkannya Indonesia sebagai pemegang rekor dunia pengrusak hutan tercepat di dunia sebagai sebuah kampanye hitam. Obyektifitas dipertanyakan. Termasuk juga penting mempertanyakan obyektifitas sebuah lembaga bernama Persaki.
tak penting kampanye hitam !
tak ada makan hari ini !
Nasib apes menimpa janda beranak empat. Dia terpaksa berurusan dengan Poltabes Pekanbaru setelah ketahuan mengutil beras. Kini wanita itu mendekam dalam tahanan. [Detik]
pemiskinan struktural berbuah “kejahatan”. begitu miskinnya kah negeri ini sehingga tak mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya? dimanakah kekayaan alam yang melimpah di negeri ini? sel-sel tahanan telah dipenuhi oleh pelaku kejahatan, bukan karena mereka ingin berbuat jahat, tapi karena mereka telah dimiskinkan secara struktural. tak ada ruang berkehidupan. lahan-lahan pertanian produktif telah beralih menjadi perkebunan besar, HPH dan pertambangan. industri menggeliat di sekitar rakyat tak jua menjanjikan kesejahteraan. hanya kesengsaraan yang mereka hasilkan. limbah. sampah. penyakit.
maaf nak, tak ada makan hari ini !
