Kutemukan Itik Benjut


 

Kutemukan Itik Benjut (Anas gibberifrons)

Oleh; Agoes syt

 

 

Berawal dari kegiatan Project "Survey Perdagangan Burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata)" di Danau Mahakam Kalimantan Timur (Jempang, Melintang, Semayang) tahun 2005-2006, dalam 12 kali survei lapangan untuk setiap bulanya terlihat burung itu 2 kali terbang dalam jumlah kecil yaitu 5 dan 8 ekor, namum belum dapat teridentifikasi dari suku Anatidae ini. Burung tersebut sangat liar dan sensitif sehingga tiba-tiba saja terbang menghilang ketika kami berusaha untuk mengamati. Pada bulan September 2006 ketika air danau surut, burung ini terlihat lagi dengan jumlah 5 ekor di daerah danau Jempang dekat Desa Lanting Kutai Barat. Burung ini tampak diam di tempat, kemudian berenang, terkadang terbang dan hinggap di tempat kubangan air danau secara berulang-ulang. Jenis ini adalah jenis burung yang akuatik yang selalu bergantung pada keberadaaan air. Sangat masuk akal bila burung ini mempertahankan daerah kubangan yang masih menyisakan air untuk bertahan hidup.

Kesempatan ini tidak kami sia-siakan begitu saja, inilah burung yang lama kami cari beberapa bulan yang lalu. Bersama rekan surveiku Yudistia dan Upik, kami sandarkan perahu berukuran 7 meter bermesin 20 PK di pinggiran danau yang jaraknya sekitar 50 meter dari kumpulan burung tersebut, dan kami mengikatnya dengan tali nilon yang sudah tersedia di depan bagian perahu. Harus bergerak hati-hati agar burung yang kami amati tidak terbang.

Ku ambil teropong bushnel perbesaran 40 x 8, yang tergantung dileherku dan segera mengamatinya, kemudian kusuruh Yudis dan Upik untuk membuka buku panduan burung yang tergeletak di dekat bangku dudukku. Wah tampak jelas sekali bentuk dan warna burung itu, berukuran sama besar dengan belibis kembang kerabatnya itu, tubuhnya berwarna coklat dominan dengan bulatan seperti ukiran di bagian bawah tubuhnya. Di bagian depan kepalanya terdapat benjolan sepert ikan lohan, kemudian ada warna les hijau pada sisi sayapnya. Akupun tersenyum puas dan kupastikan ini adalah itik benjut.

Kemudian kusuruh Yudis dan Upik untuk berganti mengamatinya sedangkan aku membuka buku pandauan. Kulihat kedua temanku pun tersenyum dan menyatakan; iya" benar, aku juga yakin itu adalah itik benjut. Secepatnya kuambil kamera kodak dengan ukuran 4 mega pixel untuk mendapatkan gambarnya. Untuk mendapatkan gambar yang jelas kulekatkan salah satu lubang binokuler pada focus kamera. Ku jepret terus menerus itik benjut itu, mungkin ada sepuluh jepretan yang kuambil dengan harapan utuk mendapatkan gambar yang bagus.

Kutekan menu kamera untuk melihat hasil gambar, kemudian kulihat satu persatu hasil gambarnya. Aku kecewa sekali karena hasil gambarnya tidak bagus, kabur dan tidak jelas. Tapi ini memang karena ukuran kameranya yang cuma 4 mega pixel. Aku dan Yudis berjalan mengendap-endap mendekati kumpulan itik benjut itu secara perlahan, dengan harapan untuk mendapatkan gambar yang lebih bagus. Aku, Yudis, dan itik benjut tinggal berjarak sekitar 25 meter, dan secepatnya kuambil kamera, namun sayang dan aku mengumpat “Sialan”, itik benjut itu terbang menghilang...

Itik Benjut (Anas gibberifrons) merupakan suku dari Anatidae. Suku ini tersebar luas, jumlah jenisnya banyak dan sangat dikenal. Di Indonesia terdapat 13 jenis burung kerabat Anatidae yang tersebar di kepulauan Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali termasuk itik benjut ini. Sedangkan di Kalimantan terdapat 10 jenis yang hidup di beberapa tempat namun jarang di temukan kecuali jenis belibis kembang (Dendrocygna arcuata). Dalam buku Mackinnon di jelaskan pula bahwa burung ini biasa terdapat di Sumatera Selatan, tetapi tidak ada catatan perkembangbiakan. Baru-baru ini tercatat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, tampaknya itik yang paling umum terdapat di Jawa dan Bali. Burung ini adalah burung perenang dengan kaki berselaput dan paruh yang khas, lebar, dan pipih. Tungkai pendek, sayap sempit-runcing dan terletak agak kebelakang, ekor umumnya pendek. Terbang cepat dengan kepakan terus menerus, mengeluarkan suara berupa siulan. Sehingga jenis burung ini adalah jenis burung yang habitatnya berada di daerah peraiaran seperti rawa, sungai, dan danau.

 

Reply

  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
More information about formatting options