Informasi
Tuna Wisma di Tanah Kelahiran
Submitted by timpakul on Sun, 04/11/2007 - 9:03am. Flora-Fauna | Informasi | Siaran PersTanggal 5 November telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Tak seperti Hari Lingkungan Hidup dan Hari Bumi, hari tersebut tidak diperingati oleh banyak kalangan. Bahkan lebih cenderung dilupakan oleh kalangan pemerintah yang telah membuat penetapannya.
Puspa dan satwa langka (dan dilindungi) selalu digunakan oleh berbagai pemerintah provinsi maupun kabupaten-kota sebagai maskot kebanggaan daerah. Untuk acara pekan olahraga nasional (PON) yang akan diselenggarakan di Kaltim tahun depan, juga menggunakan tiga satwa langka sebagai maskot, yaitu orangutan, pesut dan burung enggang (rangkong). Sayangnya penggunaan satwa (maupun puspa) sebagai maskot, tidak diikuti oleh upaya konkrit perlindungan habitat sebagai rumah berkehidupan bagi puspa dan satwa.
Camping and Study
Submitted by Agus on Tue, 17/04/2007 - 5:23pm. InformasiCamping adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan, apalagi di tempat yang bernuansa alami (Natural) seperti daerah hutan, pegunungan, pantai, danau dan lain sebagainya. Dengan aktifitas camping biasanya akan menyadarkan seseorang akan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta ini. Selain itu camping juga dapat memberikan nuansa tersendiri terhadap seseorang. Banyak alasan orang melakukan kegiatan Camping, bisa saja ingin bersenang-senang, mencari inspirasi, menghilangkan stres, ingin berpetualang, belajar dan lain sebagainya. Tak jarang orang dari berbagai kalangan baik anak-anak, dewasa, dan bahkan orang tua sekalipun senang dengan kegiatan camping, dan mereka pasti memilki tujuan masing-masing sesuai dengan minatnya.
Monitoring Perburuan dan Perdagangan Burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata)
Submitted by Agus on Fri, 30/03/2007 - 11:02pm. InformasiMonitoring Perburuan dan Perdagangan Burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata) di Danau Mahakam, Kalimantan Timur, Indonesia, Tahun 2005-2006
BORNEO ECOLOGY AND BIODIVERSITY CONSERVATION
November 2006
Bersama :
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim
Bekantan
Submitted by timpakul on Sat, 31/12/2005 - 9:07pm. Flora-Fauna | InformasiBekantan (Nasalis larvatus) dikenal juga dengan sebutan kera Belanda, bekara, raseng, pika, dan bentangan. Bagian wajah bekantan berwarna merah kecoklatan dan tidak berbulu, sedangkan pada bayi wajah berwarna biru tua (Napier dan Napier, 1967). Kera jantan berhidung besar ini diberi nama setempat bekantan atau Kera Belanda karena mirip dengan Orang Belanda yang terbakar sinar matahari (MacKinnon, 1986).
Bekantan tersebar secara terbatas di Pulau Kalimantan dan beberapa pulau dekat pantai, khususnya yang terdapat di muara S. Brunei dan P. Sebatik di perbatasan Sabah/Kalimantan Timur. Biasanya ditemukan di dekat sungai-sungai besar. Di sungai-sungai Sabah bagian timur yang lebih besar terdapat jauh di hlu sungai (misalnya, di atas S. Danum di hulu S. Segama). Ada laporan-laporan lama dari hulu S. Kapuas di Kalimantan Barat, di Tumbang Maruwe di S. Barito di Kalimantan Tengah dan di S. Mahakam dan S. Kayan di Kalimantan Timur. Keadaan saat ini di pedalaman P. Kalimantan tidak menentu, tetapi jenis ini ada di beberapa bagian pesisir Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, khususnya hilir S. Barito. Distribusi di Sabah bagian barat, Brunei dan Serawak jarang dan tersebar, mungkin mencerminkan distribusi habitat dan tekanan perburuan. Di Brunei melimpah secara lokal di muara S. Brunei tetapi tidak ada catatan dari S. Temburong ke arah timur.
